Wisata Kraton Jogja

Wisata Kraton Jogja 

Keraton Jogja Lestarikan Kebudayaan Jawa

Jika anda berada di Jogja, mungkin tidak lengkap jika tidak mengunjungi Keraton Jogja. Keraton Jogja ini adalah salah satu kawasan yang sudah terkenal karena memang memiliki ciri khas Jawa yang sangat kental. Keraton Yogyakarta ini tidak hanya menjadi tempat tinggal para raja, namun juga sebagai penjaga nyala dari kebudayaan Jawa. Di sinilah Anda tidak hanya bisa berekreasi namun juga bisa langsung mempelajari dan melihat bagaimana suatu budaya Jawa tetap dilestarikan meskipun dunia terus mengalami perkembangan. Keraton ini adalah istana resmi yang biasa difungsikan sebagai tempat tinggal sultan rumah tangga istana. Secara keseluruhan rancangan kompleks keraton Yogyakarta ini hampir mirip dari keraton kasepuhan yang berlokasi di Cirebon yang adalah representasi dari arsitektur agama Islam Nusantara.

Sejarah Didirikannya Keraton Yogyakarta

Kraton

Sejarah berdirinya Keraton Yogyakarta memang terbilang cukup menarik. Keraton ini dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono I selang beberapa bulan usai Perjanjian Giyanti tahun 1755 silam. Dulunya lokasi keraton ini adalah pesanggrahan yang kerap ditempati oleh sang Sultan sebelum menempati Keraton.

Prajurit Keraton Yogyakarta

Prajurit Keraton Yogyakarta diketahui dibentuk di masa pemerintahan Hamengkubuwoni I yaitu pada abad 17. Prajurit yang dibentuk dari pasukan infanteri dan kalaveri ini memang sudah dipersenjatai berupa senjata api seperti bedil dan meriam. Pasukan ini terkenal cukup kuat seperti apa yang diceritakan di dalam Babad. Akan tetapi pada pemerintahan Hamengkubuwono III, kompeni Inggris membubarkan prajurit ini.  Di dalam surat perjanjian yang ditandatangani langsung oleh Sultan Hamengkubuwono III dan Raffles pada 2 Oktober 1813 tertulis bawah Kesultanan Yogyakarta tidak diperbolehkan memiliki angkatan bersenjata yang kuat da hanya boleh memiliki kesatuan bersenjata yang lemah dengan jumlah personil yang dibatasi. Pada tahun 1942 semua kesatuan bersenjata keraton Yogyakarta dibubarkan langsung oleh pemeerinathan Jepang. Akan tetapi kegiatan prajurit ini dihidupkan kembali di tahun 1970. Dari total 13 prajurit, diketahui ada 10 kesatuan prajurit yakni Prajurit Wirobrojo, Prajurit Patangpuluh, Prajurit Dhaeng, Prajurit Jogokaryo, Prajurit Prawirotomo, Prajurit Mantrijero, Prajurit Ketanggung, PrajuritSurokarso, Prajurit Nyutro, dan Prajurit Bugis.

 Silsilah Keluarga Keraton

wisata

Harga Tiket Masuk

Keraton Yogyakarta adalah kawasan wisata yang edukatif namun terjangkau. Sehingga bisa menjadi tempat tujuan wisata yang menarik namun berbudget minim. Anda bisa menikmati hampir semua lingkungan istana hanya dengan mengeluarkan sedikit uang. Hanya saja saat anda berkunjung ke sini, Anda harus memperhatikan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan seperti topi dan kacamata. Kawasan ini dibuka dari pukul 7 – 12 pagi.

Kawasan wisata Yogyakarta memang menyuguhkan pengalaman yang menarik dan tidak terlupakan. Sehingga bagi Anda yang sedang bingung ingin menghabiskan waktu di mana, mungkin Keraton Yogyakarta ini bisa dijadikan pilihan Anda. Segera Hub rental mobil Jogja yang akan membawa anda ketempat spesial dalam pemerintahan Jogja, pasalnya Keraton Jogja ini adalah salah satu tempat terbaik yang ada di Jogja.

 

Advertisements